Banyak dari kita tidak peduli dengan perawatan kulit. Akibatnya adalah merasa tidak percaya diri karena kulit kusam, kasar, dan mungkin tidak kenyal, atau bahkan warna kulit yang tidak sehat (pucat). Hal semacam ini tentu berkaitan erat dengan kesehatan kulit. Simak artikel berikut untuk lebih memahami bagaimana cara perawatan kulit yang lebih sehat dan dampak-dampaknya.

Organ terluas pada tubuh kita, yaitu kulit tentu memerlukan perawatan. Bagaimana tidak, kulit melindungi seluruh tubuh dari udara luar yang terkadang terasa panas dan dingin.  Dengan aktivitas kulit yang sedemikian rupa, banyak sel-sel kulit yang mati. Kulit pun akan mengalami penuaan. Ciri-cirinya seperti timbulnya kerutan,  terasa kasar/tidak halus, dan masih banyak lagi yang menyebabkan kulit kita tidak lagi indah.

Perawatan yang tepat akan membuahkan hasil yaitu kulit menjadi sehat dan tampak tetap muda.  Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit pun bermacam-macam, misalnya saja: faktor makanan, aktivitas tubuh, dan juga pemenuhan kebutuhan nutrisi kulit, serta pemikiran positif dan rileks.

 

Beberapa vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk perawatan kulit antara lain:

  1. Vitamin A.  Vitamin A sangat baik untuk kesehatan kulit. Vitamin tersebut berperan dalam memperkuat jaringan kulit dan juga dibutuhkan dalam regenerasi.
  2. Vitamin C.  Vitamin C membantu penyembuhan luka dan juga dibutuhkan dalam proses regenerasi sel kulit mati. Tidak hanya itu, vitamin C juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  3. Vitamin E. Vitamin E merupakan zat antioksidan. Fungsinya mencegah penuaan dini yang disebabkan oleh kerusakan radikal bebas pada kulit.
  4. Vitamin D. Vitamin D juga merupakan antioksidan yang memainkan peran dalam pigmentasi kulit.
  5. Vitamin B. Vitamin B membantu menjaga warna kulit Anda sehat.
  6. Vitamin B6. Vitamin B6 membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.
  7. Zinc (Zn). Mineral Zinc juga berperan membantu proses penyembuhan alami kulit dan mencegah produksi sebum yang berlebihan. Hal ini berarti membantu mengurangi jerawat.
  8. Protein. Protein menghasilkan asam amino penting untuk menjaga kesegaran kulit.
  9. Yodium. Mineral ini sangat penting bagi kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Kelenjar tiroid merupakan salah satu regulator yang paling penting bagaimana kita melihat, berpikir, dan merasa, dan yodium tiroid adalah nutrisi yang paling penting untuk membantu memastikan metabolisme yang tepat. Yodium hadir dalam beberapa makanan, terutama garam ber-yodium.
  10. Omega-3s. Komponen aktif EPA dan DHA adalah agen anti-peradangan yang kuat untuk kulit yang rentan terhadap jerawat. Omega-3s juga menghasilkan minyak esensial untuk membuat kulit bersinar. Gejala kekurangan asam lemak Omega-3 dapat menyebabkan eksim, ketombe, kulit kering dan terkelupas, dan penyembuhan luka yang lambat.

Vitamin dan mineral tersebut diatas saat ini sangat mudah didapat dan dikonsumsi dari makanan kecuali vitamin D yang dapat kita peroleh dengan sinar matahari pagi.

Selain Vitamin, kebutuhan nutrisi kulit juga dapat dicukupi dengan makan makanan sehat (diet sehat), olah raga teratur, dan mengkonsumsi cukup air.  Sebaiknya anda mulai memikirkan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran disamping pemenuhan gizi yang lain.  Hal ini baik, karena selain tubuh kita akan cukup serat, kulit kita juga akan mengalami peremajaan.  Meminum air dalam jumlah yang cukup akan membantu proses penyembuhan alami. Minum 8 gelas air setiap hari ternyata juga berdampak pada kulit, kulit kita akan terasa lebih kenyal dan lebih halus. Semenatara mengkonsumsi teh herbal juga dapat membantu melembabkan kulit dan secara bersamaan, kita juga mencukupi kebutuhan harian vitamin dan mineral.

Anda suka berolah raga? Itu baik untuk metabolisme tubuh.  Dengan berolahraga, sirkulasi darah menjadi lancar, sehingga penyerapan nutrisi untuk kulit pun akan lebih baik.

Perawatan kulit sebaiknya alami saja. Hindari penggunaan kosmetik yang mengandung bahan kimia atau bahkan zat aktif yang berlebihan. Beberapa fakta telah mebuktikan konsumsi zat aktif berlebihan akan menyebabkan ketergantungan pada kulit. Yang mana bila dihentikan pemakaiannya, kulit akan semakin rusak, namun juka diteruskan penggunaanya, tentu dapat menyebabkan kelainan / gangguan pada sistem kerja kulit alami.